Senin, 17 Juni 2013

Duplikat Pekerjaan Kita



BUATLAH SISTEM
            Orang memulai usaha itu karena ada 2 pilihan yaitu untuk mendapatkan penghasilan tambahan dan ada juga yang memang untuk menghidupi dirinya sendiri beserta keluarganya. Namun kesalahan yang paling fatal ialah para pengusaha merekrut karyawan hanya bertujuan untuk membantu pekerjaan pengusaha tersebut bukan untuk MENDUPLIKASI pekerjaan yang kita lakukan!!. 

Apa arti duplikasi tersebut?, ya duplikasi itu sebenarnya tidak jauh berbeda dengan kata “membantu” namun artinya sangatlah berbeda. Misalnya kita kelas pengusaha kecil dengan menjual nasi goreng, kita sebelum membuat nasi goreng pastilah memerlukan bumbu bumbunya terlebih dahulu. Kita merekrut karyawan 1 untuk melayani pelanggan tapi yang harus menggoreng nasinya sendiri masih diri kita, itu namanya bukan menduplikat tapi membantu. Kita merekrut 1 lg untuk menggoreng nasinya dan membuat bumbunya namun yang menerima hasil keuangan (kasir) dan istilahnya kita masih ikut membuat bumbunya saja (meskipun hanya membantunya) masih dilakukan kita itu namanya membantu bukan menduplikat!!. Menduplikat itu yang tanpa harus kita sepenuhnya larut sepenuhnya di dalamnya tapi hanya sebatas “Memantau” pekerjaan mereka yang telah kita ketahui, bukannya mengambil alih sepenuhnya seolah olah pekerjaan tersebut HANYA KITA YANG DAPAT MELAKUKANNYA!!
            Sebenarnya hal pokok karyawan direkrut tersebut ialah mereka dibayar 1jt untuk menghasilkan 1,2jt bagi kita ataupun karyawan tersebut dibayar 2jt untuk menghasilkan 10jt untuk kita. Bukan membayar tanpa kepastian keuntungan yang akan kita peroleh dan kita susah susah mencari tambahan untuk membayar gaji tersebut!!.

            Perlu diingat sekali lagi saat kita merekrutnya, berapa hasil yang akan kita peroleh dengan merekrutnya, bukan kitanya yang diperas dengan mengurangi hasil keuntungan kita untuk dibagi dengan karyawan tersebut!!. 

            BUATLAH SISTEM kerja dimana kita bisa memantau seluruh kegiatan karyawan dengan cara yang mudah. Entah itu penghitungan gaji, cara kerja karyawan serta jadwal kerja yang harus dilakukan karyawan ANDA!!. Tentunya hal tersebut dilakukan dengan menduplikasi pekerjaan yang telah anda lakukan!. Memang benar butuh waktu, tapi apakah kita hanya akan terjebak DENGAN RUTINITAS yang SAMA seumur hidup anda?, memang benar butuh konsistensi dalam usaha tapi selama anda berpikiran bahwa “HANYA SAYA YANG DAPAT MELAKUKANNYA” maka tidak lain dan tidak salah anda kaya tapi ANDA TIDAK MENIKMATINYA. Hidup itu hanya 1X, maukah anda hidup sampai matipun melakukan hal yang sama?.

            Anda boleh mengatakan “SAYA TAPI TIDAK BOSAN MELAKUKANNYA”. Itu sih terserah. Tapi dalam artian hidup, “Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin”. Mohon dijawab dengan Jujur!!. Benarkah demikian?. 

            Selama kita terus merekrut karyawan untuk Menduplikat pekerjaan kita, mungkin kita akan lebih membuka mata tentang dunia dan tidak PICIK yang hanya sebatas 1 Hal tertentu!!.
MULAI SEKARANG
DUPLIKAT PEKERJAAN KITA!!

Original Posted
By shandy

Selasa, 12 Maret 2013

Yang Mulai Merasa Bosan Dengan Hidupnya

selamat siang agan-agan..

saya disini menulis bebas mari kita berdiskusi dan berbincang tentang kehidupan kita masing-masing.
ada sedikit referensi penyemangat hidup yang sudah mulai mencapai titik jenuh..

Quote:Manusia dibilang ada kahidupan karena terdapat Ruhnya. Tempat bersemayam Ruh di Jasad. Jasad butuh penggerak yaitu akal. Dan supaya akal berfungsi, dibutuhkan bahan bakarnya yakni perasaan. Perasaan akan melahirkan perilaku. Ketika Anda berhasil mengemdalikan perasaan, maka perilaku anda positip.


Perasaan itu ibarat cangkir. Ketika bangun tidur, cangkir anda kosong. Isinya tergantung pilihan anda, dipenuhi dengan positif atau negatif. Saat kekamar mandi, ternyata kran air macet. Ada perasaan kesal, berarti cangkir anda mulai terisi. Lalu sarapan pagi, tak ada lauk pauk yang memadai. selanjutnya, menyiapkan alat/ berkas kerja, ada yang hilang. Berarti isi cangkir anda bertambah penuh dengan rasa kesal, dan akan bertambah cangkir anda dengan isi yang negatif. Pada saat inilah sifat mudah tersinggung dan marah gampang tersulut. Perilaku tak terkendali akan muncul dengan ungkapan kata-kata kasar, umpatan dan tindakan negatif lainnya.

Bisakah gangguan, kekurangan dan ketidaknyamanan hal-hal diatas ditanggapi dengan perasaan positif?
Jawabannya, tergantung tiap invidu dalam mengelola perasaan.

Orang yang terbiasa menanggapi sesuatu dengan positif, akan memandang segala masalah dari segi untungnya. Mereka melihat dan menghitung apa manfaat atau untungnya dari suatu kejadian dengan mengesampingkan kekurangannya. Fokus pada yang positif saja!

Contohnya Milyuner Richard Branson,mengubah masalah menjadi peluang. Dalam suatu perjalanan penerbangan, pesawatnya terjadi ganguan teknis dan keberangkatan mengalami penundaan (delay). Banyak penumpang kecewa, menggerutu dan tak berbuat apa-apa hanya diam menunggu perbaikan/penerbangan berikutnya. Namun, Branson memakai prespektif yang berbeda menanggapi masalah ini. Dia mendekati pesawat, mengumpulkan data, berapa biaya kalo di charter. Setelah kalkulasi dengan perhitungan cepat,diketahui ongkos charter pesawat 20.000.000, ada 52 penumpang. maka ambil papan kecil dengan tulisan ” salah satu cara cepat sampai tujuan dengan 390.000?. semua mendaftar dan terbanglah pesawat charterannya. Disamping masalah teratasi,dapat keuntungan juga. Inilah cikal bakal Branson punya perusahaan penerbangan.

Perasaan seperti suhu, selalu berubah ubah. Jangan sampai perasaan negatif mengisi cangkir anda. Kendalikan perasaan itu. Geser kearah positip.
Jika perasaan positip anda ditujukan pada seseorang,maka semua file-file kebaikan orang itu yang muncul dan menutup segala kekurangannya. sebaliknya, jika perasaan negatif yang anda tonjolkan, maka file2 kekurangan orang itu menampak pada pikiran anda dengan menghapus semua sifat kebaikan orang itu.

Karenanya isilah cangkir anda dengan yang positif saja agar kesabaran, ketenangan dan kesuksesan jadi perilaku. Jika cangkir anda diisi dengan negatif, maka perilaku anda jadi orang pemarah, kasar, dijauhi teman dan ujungnya anda tidak bisa sukses


ada yang merasa bosan dengan hidupnya ? jika agan berpikir agan adalah orang paling menderita masih ada dan masih banyak lagi orang yang jauh menderita dari agan, agan berpikir agan adalah orang yang paling capek menjalani hidup ini ? masih banyak lagi orang kecil yang jauh lebih capek dan susah dalam hidupnya. Tuhan menciptakan manusia sesuai dengan kemampuannya ketika agan merasa capek, lelah, bosan dengan hidup agan kembalilah meminta petunjuk dan berdoa kepada Tuhan agar jalan agan dipermudah.

Senin, 25 Februari 2013

Pentingnya Jalan - Jalan Gan! [Kisah Burung Merpati]



Beberapa ratus tahun yang lalu,
Merpati di daerah negara yang bersalju selalu berpergian dari satu tempat ke tempat lain untuk mengindari salju yang sangat dingin.

Dari satu tempat ke tempat lain,
mereka tidak pernah capai untuk berpergian...

Sampai suatu saat,
beberapa gerombolan Merpati mendarat di Pulau Mauritius




Di Pulau Tersebut sangatlah nyaman gan
tidak ada salju yang mengintai mereka...

Segerombolan Merpati pun memutuskan untuk tidak berpergian lagi,
karena sangat nyaman di tempat tersebut,

Apalagi tidak ada predator/pemangsa alami mereka disana...

Sehingga merpati yang ditakdirkan untuk hidup diatas pohon,
untuk mengindari pemangsa mereka dan menciptakan sarang di atas pohon,
mulai melupakan kodrat mereka...

Sehingga mereka hidup di darat...

Kaki mereka yang dulu kecil,
sekarang menjadi besar dan gemuk

Sayap mereka yang kuat untuk terbang jauh,
lemah karena tidak pernah digunakan..

Merpati tersebut berpikir mengapa mereka susah-susah untuk terbang dan membuat sarang di pohon?
kalau hidup di daratan ternyata lebih mudah dan nyaman...

Tanah Surga Kata Mereka....


******




Beberapa ratus tahun kemudian,
Manusia sampai di Pulau Mauritius...

Karena Merpati yang sudah beberapa generasi tidak mengenal musuh,
mereka menganggap manusia adalah sahabat mereka..

Rasa takut dan waspada sudah tidak ada di diri mereka

Manusia yang mempunyai naluri memburu,
tidak segan-segan menangkap Burung Merpati tersebut..

Karena manusia pada saat itu tidak mengenal dengan ternak dan cara menernakan binatang,
Merpati-merpati di pulau Mauritius mengalami penurunan populasi yang cepat..

dan hanya dalam kurang 100 tahun,
populasi merpati di pulau tersebut hilang

Beberapa ilmuwan kesulitan menemukan tulang-tulang merpati tersebut untuk diabadikan di Museum...




Sekarang kita mengenalnya dengan nama BURUNG DODO


******


Hikmah Cerita di atas:

- Terkadang hidup kita terlalu nyaman gan, sehingga lupa untuk terus berusaha dan belajar.

Ingat gan, kita hidup di Indonesia yang sangat nyaman,
beda dengan Eropa dan Amerika yang mengenal 4 musim...

Karena mereka cuaca yang tidak mendukung, mereka sering berpergian sampai Ke Asia serta Indonesia untuk mencari sesuatu yang tidak mereka punya di negara mereka,
sehingga mereka lebih cekatan

- Seseorang yang seseorang berpergian, memiliki kesempatan untuk melakukan Komparasi dan wawasan yang luas.
Peluang bisnis pun terbuka.

Berbeda kalau kita hanya mensyukuri keadaan sekarang dengan hanya tidur dan bermalas-malasan


- Seseorang yang jarang sekali berpergian, akan cenderung "kaku" karena sudah terbiasa hidup nyaman, sehingga enggan untuk mencoba hal baru

Hal tersebut sesuai dengan Firman berikut gan

"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal."
surat Al Hujuraat ayat 13

Semoga kita semua memiliki semangat untuk selalu mau pergi ke tempat-tempat lain ya



Semoga bermanfaat

Minggu, 24 Februari 2013

Ikan Kecil dan Air


cerita motivasi - ikan kecil dan airSuatu hari seorang ayah dan anaknya sedang duduk berbincang-bincang di tepi sungai. Sang Ayah berkata kepada anaknya, “Lihatlah anakku, air begitu penting dalam kehidupan ini, tanpa air kita semua akan mati.”
Pada saat yang bersamaan, seekor ikan kecil mendengar percakapan itu dari bawah permukaan air, ikan kecil itu mendadak gelisah dan ingin tahu apakah air itu, yang katanya begitu penting dalam kehidupan ini. Ikan kecil itu berenang dari hulu sampai ke hilir sungai sambil bertanya kepada setiap ikan yang ditemuinya, “Hai tahukah kamu dimana tempat air berada? Aku telah mendengar percakapan manusia bahwa tanpa air kehidupan akan mati.”
Ternyata semua ikan yang telah ditanya tidak mengetahui dimana air itu, si ikan kecil itu semakin kebingungan, lalu ia berenang menuju mata air untuk bertemu dengan ikan sepuh yang sudah berpengalaman, kepada ikan sepuh itu ikan kecil ini menanyakan hal yang sama, “Dimakah air?”
Ikan sepuh itu menjawab dengan bijak, “Tak usah gelisah anakku, air itu telah mengelilingimu, sehingga kamu bahkan tidak menyadari kehadirannya. Memang benar, tanpa air kita semua akan mati.”
Apa arti cerita tersebut bagi kita. Manusia kadang-kadang mengalami situasi yang sama seperti ikan kecil, mencari kesana kemari tentang kehidupan dan kebahagiaan, padahal ia sedang menjalaninya, bahkan kebahagiaan sedang melingkupinya sampai-sampai ia sendiri tidak menyadarinya.

Air Minum di Gurun

Seorang pria tersesat di gurun pasir. Ia hampir mati kehausan. Akhirnya, ia tiba di sebuah rumah kosong. Di depan rumah tua tanpa jendela dan hampir roboh itu, terdapat sebuah pompa air. Segera ia menuju pompa itu dan mulai memompa sekuat tenaga. Tapi, tidak ada air yang keluar.
Lalu ia melihat ada kendi kecil di sebelah pompa itu dengan mulutnya tertutup gabus dan tertempel kertas dengan tulisan,”Sahabat, pompa ini harus dipancing dengan air dulu.. Setelah Anda mendapatkan airnya, mohon jangan lupa mengisi kendi ini lagi sebelum Anda pergi.” Pria itu mencabut gabusnya dan ternyata kendi itu berisi penuh air.

“Apakah air ini harus dipergunakan untuk memancing pompa? Bagaimana kalau tidak berhasil? Tidak ada air lagi. Bukankah lebih aman saya minum airnya dulu daripada nanti mati kehausan kalau ternyata pompanya tidak berfungsi? Untuk apa menuangkannya ke pompa karatan hanya karena instruksi di atas kertas kumal yang belum tentu benar?” Begitu pikirnya.
Untung suara hatinya mengatakan bahwa ia harus mencoba mengikuti nasihat yang tertera di kertas itu, sekali pun berisiko. Ia menuangkan seluruh isi kendi itu ke dalam pompa yang karatan itu dan dengan sekuat tenaga memompanya.
Benar!! Air keluar dengan melimpah. Pria itu minum sepuasnya.
Setelah istirahat memulihkan tenaga dan sebelum meninggalkan tempat itu, ia mengisi kendi itu sampai penuh, menutupkan kembali gabusnya dan menambahkan beberapa kata di bawah instruksi pesan itu: “Saya telah melakukannya dan berhasil. Engkau harus mengorbankan semuanya terlebih dahulu sebelum bisa menerima kembali secara melimpah. PERCAYALAH!! Inilah kebenaran hukum alam.”

Dari Lincoln

Hanya seseorang yang berkarakter dan mau memaafkan seperti Lincoln, dapat bangkit & berhasil di atas penghinaan! Maka, jaga suasana hati. Jangan biarkan sikap buruk orang lain menentukan cara kita bertindak. Pilih untuk tetap berbuat baik dan belajarlah memafkan. Jadikan “sampah” sebagai “pupuk” atau “bahan bakar” untuk maju—baik di lingkungan keluarga, kerja, atau tempat tinggal kita.

Cerita Motivasi Penyemangat Hidup

Cerita Motivasi


1. Inti Semua Kebijaksanaan
Konon, ada seorang raja muda yang pandai. Ia memerintahkan semua mahaguru terkemuka dalam kerajaannya untuk berkumpul dan menulis semua kebijaksanaan dunia ini. Mereka segera mengerjakannya dan empat puluh tahun kemudian, mereka telah menghasilkan ribuan buku berisi kebijaksanaan. Raja itu, yang pada saat itu telah mencapai usia enam puluh tahun, berkata kepada mereka, “Saya tidak mungkin dapat membaca ribuan buku. Ringkaslah dasar-dasar semua kebijaksanaan itu.”
Setelah sepuluh tahun bekerja, para mahaguru itu berhasil meringkas seluruh kebijaksanaan dunia dalam seratus jilid.
“Itu masih terlalu banyak,” kata sang raja. “Saya telah berusia tujuh puluh tahun. Peraslah semua kebijaksanaan itu ke dalam inti yang paling dasariah.
Maka orang-orang bijak itu mencoba lagi dan memeras semua kebijaksanaan di dunia ini ke dalam hanya satu buku.
Tapi pada waktu itu raja berbaring di tempat tidur kematiannya.
Maka pemimpin kelompok mahaguru itu memeras lagi kebijaksanaan-kebijaksanaan itu ke dalam hanya satu pernyataan, “Manusia hidup, lalu menderita, kemudian mati. Satu-satunya hal yang tetap bertahan adalah cinta.”
2. Janganlah Memaksa
Seorang kakek sedang berjalan-jalan sambil menggandeng cucunya di jalan pinggiran pedesaan. Mereka menemukan seekor kura-kura. Anak itu mengambilnya dan mengamat-amatinya. Kura-kura itu segera menarik kakinya dan kepalanya masuk di bawah tempurungnya. Si anak mencoba membukanya secara paksa.
“Cara demikian tidak pernah akan berhasil, nak!” kata kakek, “Saya akan mencoba mengajarimu.”
Mereka pulang. Sang Kakek meletakkan kura-kura di dekat perapian. Beberapa menit kemudian, kura-kura itu mengeluarkan kakinya dan kepalanya sedikit demi sedikit. Ia mulai merangkak bergerak mendekati si anak.
“Janganlah mencoba memaksa melakukan segala seuatu, nak!” nasihat kakek, “Berilah kehangatan dan keramahan, ia akan menanggapinya.”
3. Melawan Diri Sendiri
Kemenangan sejati bukanlah kemenangan atas orang lain. Namun, kemenangan atas diri sendiri. Berpacu di jalur keberhasilan diri adalah pertandingan untuk mengalahkan rasa ketakutan, keengganan, keangkuhan, dan semua beban yang menambat diri di tempat start.
Jerih payah untuk mengalahkan orang lain sama sekali tak berguna. Motivasi tak semestinya lahir dari rasa iri, dengki atau dendam. Keberhasilan sejati memberikan kebahagiaan yang sejati, yang tak mungkin diraih lewat niat yang ternoda.
Pelari yang berlari untuk mengalahkan pelari yang lain, akan tertinggal karena sibuk mengintip laju lawan-lawannya. Pelari yang berlari untuk memecahkan recordnya sendiri tak peduli apakah pelari lain akan menyusulnya atau tidak. Tak peduli dimana dan siapa lawan-lawannya. Ia mencurahkan seluruh perhatian demi perbaikan catatannya sendiri.
Ia bertading dengan dirinya sendiri, bukan melawan orang lain. Karenanya, ia tak perlu bermain curang. Keinginan untuk mengalahkan orang lain adalah awal dari kekalahan diri sendiri.
4. Kepercayaan Diri
Banyak orang pandai menyarankan agar kita memiliki suatu kepercayaan diri yang kuat. Pertanyaannya adalah diri yang manakah yang patut kita percayai? Apakah panca indera kita? Padahal kejituan panca indera seringkali tak lebih tumpul dari ujung pena yang patah. Apakah tubuh fisik kita? Padahal sejalan dengan lajunya usia, kekuatan tubuh memuai seperti lilin terkena panas. Ataukah pikiran kita? Padahal keunggulan pikiran tak lebih luas dari setetes air di samudera ilmu. Atau mungkin perasaan kita? Padahal ketajaman perasaan seringkali tak mampu menjawab persoalan logika. Lalu diri yang manakah yang patut kita percayai?
Semestinya kita tak memecah-belah diri menjadi berkeping- keping seperti itu. Diri adalah diri yang menyatukan semua pecahan-pecahan diri yang kita ciptakan sendiri. Kesatuan itulah yang disebut dengan integritas. Dan hanya sebuah kekuatan dari dalam diri yang paling dalam lah yang mampu merengkuh menyatukan anda. Diri itulah yang patutnya anda percayai, karena ia mampu menggenggam kekuatan fisik, keunggulan pikiran dan kehalusan budi anda.
5. Kitalah yang menciptakan masalah
Masalah rumah tangga memang tidak pernah habis di kupas, baik di media cetak, radio, layar kaca, maupun di ruang-ruang konsultasi. “Dari soal pelecehan seksual, selingkuh, istri dimadu, sampai suami yang tidak memenuhi kebutuhan biologis istri.” Ujar seorang konsultan spiritual di Jakarta.
Kebetulan, teman dekatnya punya masalah. Ceritanya, seiring dengan pertambahan usia, plus karir istri yang menanjak, kehidupa perkawinannya malah mengarah adem. Seperti ada sesuatu yang tersembunyi. Keakraban dan keceriaan yang dulu dipunya keluarga ini hilang sudah. Si istri seolah disibukkan urusan kantor.
‘Apa yang harus aku lakukan,” ungkapan pria ini. Konsultasi spiritual itu menyarankan agar dia berpuasa tiga hari, dan tiap malam wajib shalat tahajud dan sujud shalat syukur. “Coba lebih mendekatkan diri kepada Tuhan, Insya Allah masalahanya terang. Setelah itu, kamu ajak omong istrimu di rumah.” Ia menyarankan.
Oke. Sebuah saran yang mudah dipenuhi. Tiga hari kemudian, dia mengontak istrinya. “Bagaimana kalau malam ini kita makan di restoran,” katanya. Istriny tidak keberatan. Makanan istimewa pun dipesan, sebagai penebus kehambaran rumah tangganya.
Benar saja. Di restoran itu, istrinya mengaku terus terang telah menduakan cintanya. Ia punya teman laki-laki untuk mencurahkan isi hati. Suaminya kaget. Mukanya seakan ditampar. Makanan lezat di depanya tidak di sentuh. Mulutnya seakan terkunci, tapi hatinya bergemuruh tak sudi menerima pengakuan dosa” itu.
Pantas saja dia selalu beralasan capek, malas, atau tidak bergairah jika disentuh. Pantas saja, suatu malam istrinya pura-pura tidur sembari mendekap handphone, padahal alat itu masih menampakkan sinyal—pertanda habis dipakai berhubungan dengan seseorang. Itu pula, yang antara lain melahirkan kebohongan demi kebohongan.
Tanpa diduga, keterusterangan itu telah mencabik-cabik hati pria ini. Keterusterangan itu justru membuahkan sakit hati yang dalam. Atau bahkan, lebih pahit dari itu. Hti pria ini seakan menuntut, “Kalau saja aku tidak menuntut nasihatmu, tentu masalahnya tidak separah ini.”
Si konsultan yang dituding, “Ikut menjebloskan dalam duka.” Meng-kick balik. “Bukankah sudah saya sarankan agar mengajak istrimu ngomong di rumah, bukan di restoran?” Buat orang awam, restoran dan rumah sekedar tempat. Tidak lebih. Tapi, dimata si paranormal, tempat membawa “takdir”tersendiri.
Dan itulah yang terjadi. Keterusterangan itu tak bisa dihapus. Ia telah mencatatkan sejarah tersendiri. Maka jalan terbaik menyikapinya adalah seperti dikatakan orang bijak, “Jangan membiasakan diri melihat kebenaran dari satu sisi saja.”
Kayu telah menjadi arang. Kita tidak boleh melarikan diri dari kenyataan, sekalipun pahit. Kepalsuan dan kebohongan tadi bisa jadi merupakan bagian dari perilaku kita jua. “Kita selalu lupa bahwa kita bertanggung jawab penuh atas diri kita sendiri. Kita yang menciptakan masalah, kita pula yang harus meyelesaikannya.” Kata orang bijak.
Pahit getir, manis asam, asin hambar, itu sebuah resiko. Memang kiat hidup itu tak lain adalah piawai dan bijak dalam memprioritaskan pilihan.
6. Kelenturan Sikap
Bila anda menganggap bahwa mengatasi setiap persoalan butuh kekuatan pendirian, ketangguhan otot, dan kekerasan kemauan, maka anda separuh benar.
Sebuah batu cadas yang keras hanya bisa segera dihancurkan dengan mengerahkan segenap daya kuat. Oleh karenanya, banyak orang melatih diri agar semakin kuat, semakin tangguh dan semakin tegar.
Namun, seringkali kenyataan tak bisa dihadapi dengan pendirian kuat, atau diatasi dengan ketangguhan otot, atau dipecahkan dengan kemauan keras. Ada banyak hal yang tak bisa anda terima, namun harus anda terima. Maka, senantiasa anda membutuhkan sebuah kelenturan sikap. Bukanlah kelenturan sikap pertanda kelemahan, melainkan sebuah kekuatan untuk menghadapi segala sesuatu sebagaimana ia ada. Bila anda menganggap bahwa mengatasi persoalan adalah dengan menerima persoalan itu, maka anda menemukan separuh benar yang lain.
semoga bermanfaat cerita motivasi ini